Teori dulu atau Praktek Dulu
Beberapa waktu yang lalu, saya pernah diskusi mengenai pertanyaan diatas. Pertanyaan yang butuh waktu lama untuk menjawab. 2 pendapat dan alasan utama secara umum adalah:
- Praktek dulu karena teori merupakan hasil dari praktek. Sehingga yang diutamakan adalah aplikasi secara langsung.
- Teori dulu karena praktek itu membutuhkan teori untuk pengaplikasiannya. Tanpa teori maka akan butuh waktu lama untuk mencari efektivitas dari praktek.
Dari 2 pilihan diatas terjadi diskusi yang seru sampai berjam-jam, dan saya menyukai hal tersebut. Saya awalnya adalah pendukung dari pilihan pertama, namun akhirnya saya menyadari bahwa pilihan kedua adalah hal yang paling realistis. Beberapa alasan mengapa Teori harus diutamakan dari pada praktek adalah sebagai berikut:
- Teori itu Pemimpin, amal dan aplikasi adalah pengikutnya. Karena teori merupakan petunjuk dan pemberi arah untuk aplikasi. Sedangkan dalam penciptaan teori melalui praktek adalah bukan sesuatu yang baru, melainkan pengembangan dari teori yang telah ada sebelumnya.
- Teori dibutuhkan untuk melihat mana yang benar dan salah dalam melakukan aplikasi. Tanpa teori dulu, maka aplikasi akan banyak terjadi kesalahan.
- Barang siapa melakukan suatu pekerjaan (aplikasi) tanpa ilmu pengetahuan tentang itu (Teori) maka apa yang ia rusak lebih banyak dari apa yang ia perbaiki.
Mungkin Negara Indonesia akan dapat berkembang jika orang-orang yang menguasai teori diberi sedikit kesempatan untuk menjalankan roda pemerintahan yang bersih dan berwibawa . Semoga sebagai pelajar, kita tidak terjebak ketika menuntut ilmu karena saya sendiri pernah tidak menghargai setiap keping Teori hanya beranggapan “Yang penting Praktek”. Itulah kesalahan yang pernah saya lakukan, dan hasilnya ? saya benar-benar lebih banyak merusak dari pada memperbaiki (banyak melakukan kesalahan dari pada sesuatu yang benar). Semoga Anda tidak melakukan kesalahan seperti yang pernah saya alami. Seperti kata-kata pendekar tempo dulu “Turunlah Gunung ketika kamu telah menyelesaikan latihan dan mendapat ijin dari Gurumu”.














December 18th, 2009 at 5:52 am
Teori dulu baru praktek asal jangan kebanyakan teori kwkwkkw
Kalau mau kerjakan sesuatu ga tau ilmunya (teori) pasti susah sob
December 25th, 2009 at 10:46 am
saya sih pake prinsip, “JUST DO IT!”
hehehe..
December 27th, 2009 at 1:20 pm
terkadang orang yang mengerti teori justru takut untuk praktek, contoh seorang ahli ekonomi yang sangat sulit untuk memulai bisnis karena takut dengan resiko yang dihitung2 sesuai teori, padahal rezeki tidak bisa dihitung secara matematis. atau seseorang yang mengerti tentang pesawat takut naik pesawat murahan karena tahu keadaan pesawat tersebut, padahal takdir sudah diatur.
anyway, trims udah mampir ke blogku
salam kenal
January 2nd, 2010 at 3:55 am
Teori dulu baru praktek!
Teori sebaiknya sesingkat mungkin! tutorialnya yang komplit!
January 6th, 2010 at 4:55 am
Mak Nyus…..
January 9th, 2010 at 4:49 am
keseimbanganlah kuncinya, ini seperti siang dan malam, jika salah satu fase terlalu berlebihan hasilnya pun tidak bisa memuaskan. jika siang terlalu lama, maka panas dan kelelahan yang ditimbulkan. Jika malam terlalu panjang, maka rasa ingin tidur terus lah yang terjadi. Mungkin ke2nya memang harus seimbang.